Rina Puspita


Ranjang merupakan tempat beradu kasih dengan pasangan kita. Apalagi ketika usia pernikahan baru seumur jagung. Maraknya pasangan muda yang mengumbar mesra, baik kalangan selebriti maupun masyarakat pada umumnya. Tak hanya untuk pasangan muda saja, tentu pasutri yang telah puluhan tahun menikah pasti menyukainya.
Label: | edit post
Rina Puspita
Apakah status Sobat saat ini? Sendiri atau berdua? Maksudnya masih single atau sudah double? Semua pasti mempunyai porsi masalah masing-masing. Tentunya baik yang sudah menikah atau pun yang belum. Banyak yang bertanya tentang pernikahan yang dijalani. Enak nggak sih? Ribet nggak sih? Mau dong, tapi.......(bingung). Jangan khawatir tentang statusmu yang belum maupun yang sudah menikah. Penjamin hidup, pembagi rejeki, pembagi masalah, pembagi suka duka dan masih banyak lagi. Bukankah Tuhan kita telah membagikan itu. Bukankah kita harus mengambil sikap untuk menjalani dengan bijaksana.
Label: | edit post
Rina Puspita
Adinda:  "Buah nanas buah pepaya
Dua-duanya sama enaknya
Kalau Kangmas  bercabang dua
Mundurkan saya teruskan dia".
Label: | edit post
Rina Puspita


Sejak dulu aku sangat menyukai logika. Salah atu mata pelajaran yang sangat aku gandrungi adalah matematika. Berharap aku bisa masuk FKIP Matematika atau yang berhubungan dekat dengan itulah. Namun takdir berkata lain. Terbentur financial keluarga ku yang tidak mengarah kesana.
Rina Puspita


Hai Sahabat Blogger semua. Tentu kita setiap saat menjalani aktivitas masing-masing. Tentu saja disela aktivitas tersebut kita mengalami masalah yang spontan. mungkin masalah yang belum terselesaikan. Mungkin juga masalah yang kian menumpuk.
Label: | edit post
Rina Puspita

Manusi disibukkan oleh berbagai hal untuk mengisi waktu yang telah tentu yaitu 24 jam tiap harinya. Banyak profesi yang mereka geluti. Tidaklah lain yang sangat membanggakan adalah sebagai tenaga pengajar, baik formal maupun informal. Bukan berarti yang lain tidak membanggakan sih? Tapi menurut saya pengajar bukanlah hanya seorang guru, dosen, mentor maupun yang lain. Tapi tanpa disadari setiap manusia pada dasarnya adalah seorang pengajar. Bukankah kelak mereka akan mempunyai keluarga sendiri dan memiliki anak untuk mereka ajari tentang berbagai hal? Bukankah mereka setiap harinya akan menasihati anak-anaknya kelak? Bagaimana pendapat Anda?
Label: | edit post
Rina Puspita

Buah yang kita nikmati hari esok adalah benih yang kita tabur kemarin dan pohon yang kita rawat hari ini. Taburkan benih kebaikan dimana kita berpijak, rawat dengan sabar dan ikhlas, nikmati buahnya di surga. 

Label: | edit post